Cerita di
lokasi yang didapat M24 menyebutkan, sore itu korban berada di tepi
lapangan menyaksikan warga yang sedang bermain bola. Karena hujan turun,
Ajo memilih berteduh di bawah pohon kayu besar di pinggir lapangan.

Sambil
berteduh, Ajo mengutak-atik Hapenya, dia lalu menghubungi temannya. Saat
tengah asyik ngobrol melalui Hape, duaar, suara petir menggelegar
menyambar dadanya. Seketika itu juga, Ajo ambruk ke tanah dan tubuhnya pun gosong.
Warga sekitar langsung berhamburan untuk memberikan pertolongan. Tubuh Ajo disirami dengan lumpur yang ada di parit
pinggir lapangan.
Tujuannya agar
tubuh korban tak kepanasan. Berhu*bung rumah korban tidak jauh dari
lokasi, istri dan keluarga korban langsung datang dan membawanya ke RS
Adam Malik Medan.